26 November 2009

Pilihan



Sudah beberapa hari ini, yaa....kurang lebih seminggu laahhh....gw membaca tulisan dari temen2 dimilis yang gw ikuti yang kebanyakan mengeluh (sebenernya kl menurut gw bukan mengeluh yaa...tapi lebih condong kepengungkapan perasaan saja) tentang Pilihan menjadi Full time mommy atau menjadi working Mommy. Dan ada juga yang menulis tentang keinginan pribadi untuk 'libur' sejenak dari rutinitas menjadi Full time Mommy dan melakukan aktivitas berkumpul dg teman/saudara (Istilah keren jaman sekarang 'me time').

Jujur, karena gw belum punya anak dan tidak merasakan (sampai detik ini) repotnya mengurusi anak dan suami disaat bersamaan, jadilah gw gak bisa komentar terlalu banyak. Tapi gw tertarik dengan beberapa pendapat dari beberapa rekan yang sudah menikah dan memiliki anak bahwasannya mereka seringkali merasa bersalah apabila meninggalkan anak dan suami terlalu lama. Laaaahhh...jadi bingung gw. Disatu sisi mereka menginginkan 'me time' tapi disisi lain disaat mereka menjalani 'me time' mereka memiliki guilty feeling. Doowwghhh...maunya apa yaa...??

Sebenernya sih, gw juga gak tau akan memilih menjadi 'full time mommy' atau 'working mommy' apabila suatu saat nanti akan dikaruniai anak. Sekarang ini, walaupun gw sama suami lagi 'usaha' untuk mendapatkan anak dengan cara terapi dengan dokter; gw tetep menikmati aktivitas gw menjadi seorang pegawai dimana gw dituntut untuk dateng pagi dan pulang sore. (kalo bisa pulang malem tanpa overtime.. T_T)
Tapi, ada satu keyakinan (atau keinginan..??) dari dalam diri gw. Bahwa walaupun kelak gw memiliki anak, gw ingin tetep bekerja ditempat yang tidak menuntut gw untuk 'kerja rodi'. Mungkin gajinya gak sebesar yang gw harapkan, tapi paling tidak gw masih punya 'tabungan' untuk gw kelak. Jadi kl kerjaan gw ga 'banyak' gw bisa pulang 'Teng Go'. Sound selfish..?? perhaps. Tapi, hidup itu pilihan bukan..?? toh yang ngejalinin kan diri kita sendiri, bukan mereka..??
Toh, selama ini gw kerja juga bukan ngejar pendapatan alias gaji. Yang gw lakukan dan gw harapkan dari gw bekerja hanya untuk aktualisasi diri gw sendiri. Masa sudah mahal2 orang tua ngebayarin uang kuliah dan gwnya juga udah capek2 belajar selama 4,5th ilmu gw sama sekali gak kepake..??kan sayang. Selain itu. dr kecil gw sudah didoktrin kalau sebagai manusia apalagi sebagai wanita khususnya, jangan terlalu bergantung dengan suami. bayangkan kl sebagai wanita terlalu bergantung kepada suami, dan suatu saat Tuhan 'memanggil' suami dan kita sebagai wanita tidak mempunya ilmu dan kemampuan untuk bekerja, siapa yang akan menanggung hidup kita....??