23 November 2011

and The program has begun...

Ini adalah lanjutan dari cerita saya di Flash back-part3. *penulis yang buruk, karena postingan ceritanya loncat-loncat. jangan ditiru yaa.. ;p*

Setelah saat itu kami dirujuk ke dr. Budi Wiweko, maka pada hari sabtu 20 agustus 2011 kami ke Klinik Yasmin RSCM Kencana dengan membuat janji sebelumnya. Kami tiba jam 09.00wib (kl gak salah). Setelah mendaftar di administrasi di lantai dasr karena kami pasien baru, setelah itu kami ke lantai 4. Ohiya, Klinik yasmin itu adalah pusat layanan terpadu gangguan haid dan kesuburan, yang merupakan salah satu pelayanan yang ada di RSCM kencana yang berada dilantai 4.

Setelah dilantai 4, saya dipanggil oleh bagian administrasi untuk didata ulang serta pemberitahuan nomer urut. Entah waktu itu ddapet nomer urut berapa, yang jelas kami dipanggil kedalam ruang praktek sekitar jam 11an wib. Kesan yang saya dapet saat pertama kali bertemu dengan dr. Budi adalah : he's a nice guy, ramah, friendly. At least he pretend to be like that. ;p Karena kami juga bukan tipe orang yang suka basa basi, maka kami langsung to the point ke beliau bahwa kami adalah pasien dr. Sugi Suhandi dan dirujuk ke dr. Budi. Sambil kami juga menyerahkan surat rujukan dan hasil tes yang kami lakukan sebelumnya. *Sepertinya dr.Budi agak sedikit kaget karena gaya bicara kami yang ceplas ceplos dan terlalu 'menjurus' dengan berbagai pertanyaan dan juga pernyataan. (mugkin karena gak banyak pasiennya yang bisa seterbuka seperti kami).

Setelah beliau melihat hasil tes kami, tanpa basabasi juga baliau meminta izin untuk periksa saya. Saya fikir cuma akan di USG biasa, gak taunyaaaa.....USG transvaginal booww...*tepokjidat* Setengah bingung, jengah, malu campur aduk jadi satu. Udah kepalang tanggug, dengan pasrah akhirnya gw nurut ajah, udah kaya anak kucing kelaperan. ;( saat di USG memang terlihat ada penyumbatan di saluran tuba. Namun, menurut dokter, saluran tuba yang sebelah kanan sudah terjadi perlengketan karena (mungkin) inveksi.  Beliau memberikan 2 alternative : dengan cara di"iket" manual (saya gak ngerti deh gimana cara dan prosesnya) atau dengan operasi laparoscopy. *jujur, sebenernya gw agak ngeyel karena setau saya yg parah penyumbatannya itu yang tuba kiri, lah kok ini si dokter bilang yang kanan yaa..??*

Agak shock denger penjelasan dr.Budi. Tapi kita berusaha relistis. Akhirnya kami tanya, menurut beliau mana yang lebih bik dari kedua pilihan itu? Beliau menjawab 'Laparoscopy' (ya iyalah, secara biayanya lebih mahal...) alasan beliau, dengan laparoscopy, akan lebih bisa mengetahui penyumbatan dengan lebih jelas karena tekniknya memasukan camera kedalam saluran tuba melalui perut. Karena penjelasan yang diberikan cukup masuk akal dengan kondisi saya, akhirnya kami mengiyakan untuk operasi laparoscopy, walaupun masih setengah bingung. Saat itu juga kami menanyakan waktu operasi dan biayanya. dr.Budi memutuskan operasi dilakukan hari jumat, 26 agustus 2011 dengan perkiraan biaya sebesar 30-35jt ajak pemirsah!! *lapkeringetdijidat* *jelas aja maharani, wong kalas ranap nya min. VIP..!! ndak ada kelas 1 apalagi klas 2..*

Pasrah, akhirnya saya dan suami membuat janji untuk melakukan  operasi laparoscopy. Dan karenanya, saya diberi sejumlah surat untuk meelakukan tes-tes guna kelengkapan operasi. dan juga appointment dengan dr anastesi di hari rabu, 2 hari sebelum operasi. Oh iya, saya juga mau diburu-buru operasi juga karena dr.Budi menjanjikan hanya 3 hari saja saya di RS. Which mean, hari sabtu saya sudah boleh keluar RS. heheheh...yiippiieee... \m/

*bersambung di cerita tentang laparoscopy yaa...*

22 November 2011

Flash back-part 2

Melanjutkan cerita gw di Flash Back - part 1, setelah terakhir gw berobat dengan dr.Didi Suryadi Sp.OG; gw bener-bener total istirahat tidak konsultasi dengan dokter obgyn manapun selama kurang lebih 1 tahun. Kenapa? karena jujur aja, gw ngerasa capek fisik dan juga capek hati. ;( kalau biaya sih ya, untungnya kantor suami gw mau nanggung dan ganti semua biaya pengobatan+konsultasi gw selama berobat ke dokter obgyn.

Akhirnya, pada tanggal 26 agustus 2008 gw mencoba konsul ke Prof. dr.Nugroho kampuno Sp.OG(K) atas desakan ibu mertua gw. Saat itu gw konsul ditempat prakteknya yang di Kuningan medical specialist  clinic, tepatnya di mall ambassador lantai 5. (tapi sekarang sudah pindah, lupa tepatnya kemana). Oleh beliau gw dikasih obat femara 2,5mg dan dipthen. Selain itu, gw juga disuruh tes endokrinologi (prolaktin, progesteron dan estradiol); sedangkan suami gw tetep disuruh tes sperma lengkap. waktu itu menurut dokter hasilnya gak jelek, tapi juga gak bagus..*nah loh* akhirnya selama setahun gw tetep dikasih obat-obatan penyubur, sedangkan suami juga dikasih obat-obat yang gw lupa apa aja jenisnya (udah kelamaan sih sih...)

Akhirnya, tahun 2010 gw disuruh tes HSG di RS Medistra untuk melihat saluran tuba gw. Dan hasilnya memang ada penyumbatan disaluran tuba kiri. akhirnya Prof. Nugroho menganjurkan kami untuk inseminasi. Tanpa pikir panjang (karena udah males mikir juga) akhirnya kami mengikuti saran beliau. Proses Inseminasi ini sendiri dilakukan di RS Brawijaya didaerah cipete jakarta selatan pada tanggal 15 april 2010.

Prosesnya waktu itu, setelah kami tiba di Rumah Sakit jam 7 pagi, pertama-tama kami mnegurus administrasi dan deposit biaya sebesar 5juta. lalu setelah itu kami diminta kelantai atas (lupa lantai berapa). Disini suami diminta untuk mengeluarkan sperma yang kemudian sperma tersebut diproses untuk diambil yang paing baik. Proses 'pencucian' (istilah yang aneh..) sperma itu sendiri memakan waktu satu jam. Setelah itu, sperma yang sudah dipilih dimasukan(disemprot) kedalam rahim melalui vagina dengan menggunakan alat. Dan sejujurnya, proses memasukan sperma itu sangatlah menyiksa..!! rasa sakit, ngilu serta tidak nyaman bercampaur menjadi satu. Yang gw inget, proses memasukan sperma ini berlangsung salama kurang lebih satu jam. Dan gw diharuskan istirahat selama 1,5 jam dengan posisi pinggang kebawah lebih tinggi dari badan. Untungnya pakai dipan yang dirancang khusus, jadinya gw gak perlu repot. ;)

Setelah 1,5jam istirahat, gw dikasih makan. hhmm...lumayan lah, daripada lumanyun? ;D setelah makan gw bebenah dan siap-siap pulang.. sewaktu mengurus administrasi, dari deposito 5juta it dikembalikan Rp.826.900. jadi total yang kita bayar sebesar Rp. 4.173.100,- Gak tau deh biaya segitu termasuk mahal atau engga, karena gw gak pernah ngebandingin dengan dokter ataupun Rumah Sakit lain.


Tapi ternyata nasib berkata lain. Inseminasi yang kami lakukan berujung kegagalan, karena pada akhirnya gw mengalami menstruasi. Sedih, kecewa, kesal sudah pasti terasa menjadi satu campur aduk. Tapi mau bagaimana lagi? Mungkin memang belum saatnya bagi kami untuk memiliki keturunan. Gw hanya bisa berdoa dan berharap bahwa masih akan ada sebuah keajaiban bagi kami untuk bisa memiliki keturunan suatu saat nanti. Setelah mengetahui bahwa proses inseminasi ini gagal, tidak berarti kami patah harapan. kami tetap berkonsultasi dengan Prof. Nugroho hingga akhirnya beliau menyarankan kami untuk mengikuti program bayi tabung di klinik yasmin RSCM kencana.. Setelah itu, kami memutuskan untuk stop berkonsultasi dengan beliau, bukan karena marah atau hal lainnya. hanya saja kami berfikir, buat apa melanjutkan kolsultasi jikalau beliau sudah menyarankan kami untuk IVF, sedangkan kami sendiri belum siap? ;)

19 November 2011

Flash back-part3

Tahun ini adalah tahun ke 7 usia pernikahan kami. dan tepat pada saat dihari pernikahan, gw mencoba men-tanting suami gw. Gw bilang, kalau saat ini sudah 7 tahun kita nikah, dan tahun ini usia gw juga udah 31 tahun. Bukan usia yang terbilang muda juga. kalau memang niat mau memiliki keturunan, lebih baik diprogram dari sekarang atau tidak sama sekali. Kalau memang iya, cuma satu syarat dari gw : yang nyari dokter kandungan yang praktek hari sabtu, kamu alias suami gw.

Syukurlah, suami akhirnya mengiyakan. beberapa hari kemudian suami mengajukan beberapa nama dr.Sp.OG beserta tempat prakteknya yang gak jauh-jauh dari rumah. Setelah menyortir beberapa nama dan googling, akhirnya kita memutuskan untuk konsultasi ke dr. Sugi Suhandi yang praktek di RS.Mitra Kelapa Gading. Beliau praktek di hari sabtu, jam 08.00-12.00 dan jam 13.00-16.00 (kalau tidak salah).

Setelah melakukan reservasi, tanggal 6 agustus 2011 kami konsultasi dengan dr. Sugi Suhandi. Setelah di observe + interview, beliau menganjurkan saya untuk melakukan HSG dan suami untuk tes sperma. Setelah hasil tes itu jadi semua, maka kita diminta untuk datang kembali .  Karena bagian radiologi tidak buka saat weekend, maka saya kembali lagi pada hari senin malam untuk melakukan tes HSG. Tujuan tes ini adalah untuk melihat saluran tuba fallopi apakah ada penyumbatan atau tidak. Hebatnya melakukan tes HSG di RS. Mitra keluarga kelapa Gading adalah, hasil tes HSG dapat dilakukan saat itu juga, jadinya tidak perlu bolak balik hanya unttuk mengambil hasil tes. Sedangkan untuk tes sperma suami, dilakukan di RS. Mitra Kemayoran pada hari rabunya. karena suami kerja, maka tes sperma baru dilakukan malam hari. jam 19.00wib kita sudah sampai dilokasi. Di RS ini, ruangan untuk mengambil sperma sangat nyaman, karena dilakukan di kamar inap yang memang di setting sedemikian rupa agar pasien merasa nyaman.:) Dan sekali lagi, hasil tes sperma tersebut jadi pada malam itu juga, setelah menunggu 2 jam. Lama memang, tapi daripada bolak balik ke kemayoran, 2 jam tidaklah terlalu lama.;)

Karena dalam satu minggu itu semua hasil tes sudah ada, maka pada hari sabtu tanggal 13 agustus 2011 kami kembali menemui dr. Sugi Suhandi. Dari hasil tersebut, diketahui kalau ada penyumbatan non patten dikedua saluran tuba saya. :'( sedih memang megetahui hal tersebut, tapi apa boleh buat.  Saya harus bisa menerima kenyataan ini dengan tegar. ;) Sedangkan dari hasil sperma suami, diketahui kalau hasilnya adalah Asthenoteratozoospermia. Melihat kondisi tersebut ditambah usia pernikahan serta usia kami yang bisa dibilang 'senior', maka beliau merujuk kami untuk berkonsultasi dengan salah satu dr.Sp.OG di klinik Yasmin di RSCM Kencana. Dan dr. Sugi menyarankan kami ke dr. Budi Wiweko Sp.OG(K).

17 Oktober 2011

My Biggest Fear...

Berat sebenarnya gw mau nulis ini. Karena inilah sebenarnya ketakutan terbesar gw jikalau gw bener-bener mengikuti program IVF (In Virto Fertilisation). the BIG 'What IF' selalu menghantui gw. Yup..!! Gimana jika folikel gw tidak mencapai ukuran yang semestinya? bagaimana jika jumlah sel telur gw sedikit? Bagaimana jika nanti kalau ternyata tidak ada embrio yang dapat dihasilkan pada saat pembuahan? Bagaimana jika ternyata embrio-embrio yang terbentuk itu tidak dapat menempel didinding rahim gw? Daaann....jikalau semua itu berhasil (amin) Bagaimana Jika gw melahirkan anak yang tidak sempurna..?? Gosh...semua itu bener-bener menghatui gw selama ini..

Sampai satu minggu yang lalu, gw masih merasa beruntung memiliki teman dari saat kuliah S1 yang juga mengikuti program IVF dengan dokter dan rumah sakit yang sama dengan gw. Walaupun dia selangkah lebih maju dari gw, buat gw itu adalah 'keberuntungan' tersendiri bagi gw. Kenapa? karena dari dialah gw jadi tahu banyak langka-langkah yang harus dilakukan dalam IVF ini. Dan karena dia juga lah gw merasa termotivasi untuk menjalani program IVF ini. *thanks to you my dear friend... :*

Sampai pada akhirnya hari jumat minggu lalu, saat gw sampai rumah sepulang dari kantor gw gak sengaja baca status BBMnya dengan kata-kata 'Tuhan sudah kasih rapor'. Saat itu gak ada fikiran yang aneh terlintas dibenak gw walaupun jauh didalam hati gw sempet bertanya-tanya dan merasa ada sesuatu yang gak beres. Tapi, sekali lagi, gw tidak mau berburuk sangka. Lalu saat esok pagi hari (sabtu pagi) gw gak sengaja kembali membaca status BBMnya dengan kata-kata : 'emang belum rezeki'. Sumpah penasaran, akhirnya gw kirim text bbm :'kenapa loe?'. Dan mengalirlah perbincangan via BBM, yang pada intinya dia mengabarkan kalau ternyata embrionya yang ditanam tanggal 28 september itu tidak berhasil menempel dirahimnya...!! Dhuaarr...bagai kesamber petir, gw langsung speechless, shaking, and shocking for sure..!! Don't know what to say, what i have to write. Akhirnya gw cuma bisa nulis : 'ketemuan yuukk...nonton, makan,etc. gw juga lagi sendirian nih di rumah...boseennn...' Secara gw juga tau kalau temen gw ini juga lagi gak ada suaminya, suaminya emang kerja di field di kalimantan sana.

Akhirnya, setelah BBMan panjang lebar, kita sepakat ketemuan di gading Mall jam 1an siang. Jam setengah dua gw sampai di Gading Mall. Berhubung temen gw belum dateng, gw plesiran di Sogo, beli bed protector pada akhirnya... :( Kira-kira 15menit kemudian, temen gw sampe. Kita ketemuan di food court MKG 3. Kerena emang sama-samabelum makan siang, akhirnya kita ke eat&eat. Setelah pesen makan, kita cari meja ditempat yag agak sepian. lalu tanpa dikomando, maluncurlah segala keluh kesah kita berdua selama mengarungi 7 tahun lebih pernikahan kita.

Jujur, dari awal emang gw gak mau mengungkit-ungkit tentang kegagalan IVF nya, Jadi gw lebih banyak ngebahas kenapa sampai akhirnya ikut program IVF, udah kedokter siapa aja? tas-tes apa aja yang udah dilakuin, etc. Tapi ya itu, biar lebih adil maka gw duluan yang cerita ;). Dan sampai pada akhirnya perbincangan kita pada dokter yang menagani kita. Bukan buat bahas teknik atau prosedur yang beliau berikan kepada kami, tapi lebih tepatnya kita bergosip tentang beliau. Caranya menagani kita pada saat periksa, kenapa dia begini dan kenapa dia begitu. Ahahaha...what a silly gossip... ;p *sorry doc, didn't meant anything.. ;)

Ah, senangnya pada akhirnya gw bisa lihat temen gw ketawa lagi. Walau gw tau didalam hatinya pasti masih merasa sedih :( Tapi, ah sudahlah setidaknya dia tau kalau ada seseorang yang bisa dia ajak bicara, berbagi apapun disaat dia merasa sedang tidak ada sorangpun yang peduli dengannya. Aaahh...what a lovely day, spent all my evening with friend. Knowing someone still trusting me and share her story.
Be strong and tough. I always pray the best best for you my friend... :)


07 Oktober 2011

Flash Back - part 1

Sebelum pada akhirnya gw sama suami memutuskan ikut program IVF, kita sudah ke 3 dokter Sp.OG. Pertama kali gw ke Prof. dr. Ichramsjah SpOG di klinik Yasmin RSCM. itu juga karena mama pasien beliau saat menjelang menopause. ge inget banget saat itu sekitar awal tahun 2005, enam bulan setelah gw nikah. Dengan Prof. Iam gw cuma dikasih obat2 penyubur yang pada akhirnya bikin gw gendut sekitar 15anKg dengan sukses..!! Masuk tahun ke dua, sekitar tahun 2006 kira-kira bulan maret (mei?) gw menstruasi selama 2 minggu tanpa henti. Saat di USG, emang penuh dengan darah di rahim gw. Akhirnya dikasih obat buat untuk menghentikan perdarahan. Tapi, seminggu setelah minum obat, gw tetep perdarahan. Akhirnya pas di hari ke 8 setelah minum obat, gw balik lagi ke Prof. Iam. Saat di USG, rahim gw terlihat bersih, tapi tetep terjadi perdarahan. Karena itu, beliau menjadwalkan gw buat dilakukan tindakan esok pagi.

Keesokan harinya, kl gak salah sih hari jumat ya..gw dateng pagi-pagi ke RS Budhi Jaya Tebet. jam 6 pagi gw sama suami udah sampe di RS. Setelah melapor dibagian admission, gw langsung dibawa keruang tindakan. Yang gw inget, saat itu jam 6.30 pagi dan ternyata gak cuma gw sendiri karena ada wanita lain diruang tersebut. Dan gw adalah pasien yang ditindak kedua setelah wanita disebalah gw itu. Gw gak tau gimana prosesnya, tau-tau gw udah sadar diruang pemulihan. Kalau kata suami gw, tindakan yang dilakukan oleh Prof Iam terhadap gw adalah D/C atau Dilation and Curettage. Dan memang ternyata di bibir vagina gw ada polip..wakwaw...Maka diambilah polip gw itu. Setelah pengangkatan polip, Prof Iam juga langsung melakukan hydrotubasi, yaitu menyemprotkan cairan yang berisi obat-obatan melalui saluran servik yang tujuannya untuk mengetahui apakah ada penyumbatan di saluran ketua tuba fallopi. Hasilnya? tentu aja ada penyumbatan, karena tidak semua cairan yang dimasukan berhasil masuk..:( Sedih? ya iyalah...tapi mau gimana lagi? 

Setelah seminggu dw di D/C, gw kontrol lagi. Saat itu Prof Iam menganjurkan gw buat laparoscopy. Selain itu, suami gw dirujuk ke androlog untuk tes sperma, sementara gw disuruh tes darah buat melihat antibodi gw. Semuanya kita jalani kecuali buat laparoscopy nya. Saat itu gw masih trauma dengan tindakan, jadilah gw gak mau operasi laparoscopy..:p 
Dengan Prof Iam, ada kali sekitar 2 tahun gw berobat. karena belum ada hasil dan gw nya juga lama-lama sedikit drop secara mental, akhirnya sekitar tahun 2007 gw stop berobat ke Prof Iam. Sempet juga gw ke dr. Didi Suryadi yang kebetulan adalah bapaknya temen gw. tapi itu juga karena perdarahan gw kumat. Sama beliau sempet diatur lagi siklus menstruasi gw. Konsultasi dengan dr, Didi cuma bertahan sekitar 6bulan aja, setelah itu gw bener-bener gak melakukan konsultsi ke dokter spesialis kandungan manapun.. ;)


27 September 2011

Long way to get happy

Hari ini, sudah 7 tahun 2 bulan satu minggu dan 1 hari gw menjalani kehidupan pernikahan. Kurun waktu yang tidak sebentar menurut gw. Dan, sudah selama itu pula kehidupan pernikahan kami ini belum juga dikaruniai dengan keturunan, tidak satupun..Menyedihkan? bisa ya dan bisa juga tidak.  Ya, karena mana ada sih pasangan yang menikah tidak memiliki keinginan mempunyai keturunan? jarang ya gw rasa. kalaupun ada, prosentasenya hanya sedikit. Sebagai pasangan normal, tentunya kami (terutama saya) teramat sangat ingin merasakan (yang katanya) menjadi seorang wanita sempurna dengan mengalami proses hamil, melahirkan, menyusui dan merawat anak. Walau sejujurnya, gw sadar kok bahwa memiliki keturunan itu adalah kuasa sang Ilahi. Walau sebesar apapun usaha yang ditempuh dan sebanyak apapun uang dikeluarkan untuk bisa memiliki keturunan tapi jika sang Ilahi tidak (belum) mengizinkan untuk memiliki keturunan, maka hal itu akan menjadi mustahil. Sound sad, but it's true.

Tidak akan menjadi hal yang menyedihkan apabila terus berfikir positif. Selalu berusaha mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang dilalui dan bersyukur selalu atas segala berkah yang diterima. Karena, dengan belum diberi keturunan, maka kami bisa bekerja dengan fokus dan menjalankan bisnis sebaik-baiknya dengan berbagai rintangan dan halangan yang terjadi. ;)). Dengan begitu, kita bisa menabung hingga akhirnya tidak lagi bergantung kepada orang tua. Yang ada, justru kita bisa membahagiakan orang tua kita..!! :)

Sedih..?? gak mau munafik ya gw. Of course, absolutely, no doubt..!! apalagi saat gw jalan ke mall dan melihat orang/pasangan yang membawa anaknya jalan-jalan. they're seems so happy and the world like belong to them only. Ditambah, saat ini teman-teman gw satu persatu beranjak menikah dan langsung hamil dan melahirkan. oohhh...feel like life is so unfair...*sedot ingus bukan karena nagis, tapi emang lagi pilek..*

Eits, tapi jangan salah. Jangan dikira selama pernikahan kami ini kami tidak berusaha loh yaaa....sejak awal pernikahan pun gw udah konsultasi ke dokter SpOG loh. Tapiiii...ya itu, karena emang awalnya belum niat, maka sesi konsultasi ke SpOG nya juga gak total walau tetep ngejalanin terapi yang dikasih.*untuk cerita treatment SpOG akan gw buat terpisah yaaa* Banyak sudah terapi yang gw jalanin salama 7 tahun ini. Namun apa daya, jikalau sang Ilahi memang belum mengizinkan kami, kami hanya bisa pasrah dan berserah diri saja kepada Nya. ;))





26 September 2011

no title..

so many things i would write, but i just don't know how to write and from where i should start.. :(
It's seems so confusing me, but i have stay strong and believe in my faith to through all this..just relax, take a deep breath dan say insya Allah... :)